Latest Post

EKSKUL JURNALISTIK PERDANA, ASYIK

14184400_10206252148080026_6244093189361878642_nWonosobo – (7/9) Sebagai wadah pengembangan minat dan bakat siswa dalam bidang tulis- menulis, SMPN 1 Wonosobo menetapkan ekstrakurikuler Jurnalistik menjadi salah satu program unggulan. Selain untuk mengembangkan kemampuan dalam meliput berita, menulis sastra (fiksi), juga jenis tulisan lain (non fiksi) seperti, artikel, profil, tips, laporan, dan sebagainya. Dua orang pembina, yakni Eko Hastuti (Guru Bahasa Jawa) dan Erwin Abdillah (Wartawan Wonosobo Ekspres) menghimbau agar peserta memiliki syarat minimal, suka membaca agar memudahkan dalam menulis jenis apa pun. Dengan membaca  wawasan dan  pengetahuan bertambah, bisa jadi sumber inpirasi dalam mengembangkan ide.

14232974_10206252140159828_7871063928780711890_nPada kegiatan perdana yang berlangsung  Rabu, 7 September 2016 lalu, peserta sejumlah 29 orang terdiri dari 13 siswa kelas 7, 13 siswa kelas 8, dan 2 siswa kelas 9. Sebagian besar siswa kelas 8 dan 9 adalah peserta tahun sebelumnya yang tetap menggeluti jurnalistik. Mulai tahun pelajaran 2016/2017 ini, tempat kegiatan berpusat di Ruang Jurnalistik, lantai 2 Gdg Barat. Setelah pendataan peserta, pengenalan program, penyampaian materi dasar Jurnalistik, lalu dibentuk kepengurusan kelas. Mengingat kelas 7 berada di kelas jauh dan masih terbilang awan dalam hal jurnalistik, maka kepengurusan dibagi dua. Ketua 1 (Iqbal/8a), Ketua 2 (Rizki/7a), Sekretaris 1 (Qoriatul/8c), Sekretaris 2 (Savina/7d), Bendahara 1 (Gangga/8E), dan Bendahara 2 (Rahmatia/7g). Di samping kepengurusan besar tersebut, juga dibentuk kelompok kerja untuk mengelola mading. Kelompok ini pun juga dibagi dua, masing-masing terdiri dari siswa kela 7 dan 8. Kelompok mading sekolah utara dan tugasnya adalah  Asa (Profil Siswa), Ara (Tips), Juan (Cerpen), Irfan A (Artikel), Irfan B (Puisi), Hakam (Cerpen) , Neo (Dongeng).  Kelompok Mading Selatan  yaitu  Ozi (Sinopsis Film), Ardi (Cermis), Bagas (Artikel), Qori (Cerpen), Gangga (Puisi), dan Iqbal (Berita). Rubrik-rubrik pada mading tersebut masih bebas selera siswa berdasarkan kemampuan masing-masing. Peserta juga bisa merekrut siswa lain yang tidak ikut jurnalistik, yang punya bakat menggambar, atau selera humornya tinggi. Agar mading lebih variatif dan menarik.

14224781_10206252132439635_2139362604513407924_nSelain mengelola mading sekolah, peserta juga menampilkan mading di Alun-alun Wonosobo secara insidental. Program ini sudah berlangsung dua tahun lalu, bekerjasama dengan Humas Pemda Wonosobo. Untuk lebih memotivasi peserta, sekolah secara berkala mengundang penyair, cerpenis, novelis, blogger, fotografer, dan pihak-pihak lain yang berkiprah sama di dunia literasi. Peserta juga diagendakan mengunjungi berbagai kegiatan kepenulisan di luar sekolah, seperti workshop menulis, workshop fotografi, temu pengarang, bedah buku, talkshow penulis, dan mengikuti berbagai lomba menulis. Tak terkecuali, kunjungan ke beberapa lokasi di Wonosobo, yang menggairahkan imajinasi untuk menulis, antara lain Perpusda, Taman Kota, Kantor Redaksi Wonosobo Ekspres, dan direncanakan menyaksikan film di gedung Sinema.

Untuk memudahkan pembimbingan dan koordinasi peserta menggunakan media komunikasi berupa nomer HP pembimbing, FB, Instalgram, Line, Whasap, email, BB, atau media lain. Mengingat agenda terakhir ekskul jurnalistik adalah menerbitkan buku antologi puisi, cerpen, dongeng, dan profil siswa. Sementara program jangka menengah antara lain menerbitkan buletin ekskis di harian Jawa Pos, mengelola blog EKSIS SPENZA, https://eksisku.wordpress.com/2016/08/31/kejuaraan-lomba-rumpun-bahasa/. Sebagai variasi kegiatan, peserta akan dibimbing untuk mengelola  blog dan membuat video mini oleh blogger, mas Erwin Abdillah.

14224839_10206252137079751_940954119641673750_nPada sesi terakhir kegiatan, peserta bergantian memperkenalkan diri dan menyampaikan alasan atau pun harapan mengikuti ekskul jurnalistik. “Ikut jurnalistik karena saya suka fotografi khususnya fotoshop dan senang menulis berita. Saya juga hobi desain grafis” kata Iqbal yang mengawali perkenalan. Sedang Ryzki mengaku, “Saya penasaran jurnalistik itu apa dan ingin menerbitkan buku”. Berbeda dengan dua cowok tersebut, Qori ikut karena suka menulis fiksi, sedangkan Safina ingin jadi penulis yang bisa menerbitkan buku. Si bendahara, Gangga ingin lebih mengembangkan bakatnya dalam menulis cerpen, artikel dan puisi. Yang lebih keren lagi, kata Lazuardi, “Ingin bisa mempunyai blog sendiri”. Mendengar pengakuan peserta tersebut, tentu menjadi PR tersendiri bagi pembimbing. Sungguh, harapan peserta tidak sepele, ekskul jurnalistik harus sanggup menjadi wadah bagi mereka untuk meraih mimpi besarnya tersebut. Hingga tidak terasa ekskul yang dimulai sejak jam dua siang, selesai jam lima sore. Padahal jam kegiatan ekskul sebenarnya hanya dua jam. Yang mengejutkan saat ditanya kesannya kegiatan jurnalistik perdana, dengan kompak mereka menjawab, “Asyik”.

Spenza

Twitter Terbaru

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya

Arsip

Pengunjung

free counters